Synopsis
Wulang Reh tidak hanya menyajikan ilmu pengetahuan semata namun mengajarkan ilmu laku menjadi pemimpin yang berjiwa mulia. Masing masing pupuh berisi tuntunan dengan macam-macam isi. Ada yang memberi contoh, melarang, menasehati, dan gambaran dalam bentuk cerita.
Wulang Reh adalah salah satu peninggalan Pujangga Nusantara yang memiliki nilai-nilai yang luhur. Masih banyak serat-serat lainnya yang berisi ajaran mulia juga yang belum tersajikan dengan bahasa sederhana, yang lebih membumi sesuai dengan perkembangan. Tentunya dengan menggali budaya sendiri, kita akan mengetahui bahwa Nusantara ini kaya akan ajaran-ajaran adiluhung yang lebih sesuai dengan budaya khas Nusantara. Dalam hal ini Pak Agung telah memberi contoh pada kita dengan menggali makna ajaran dari Serat Wulang Reh.
Dengan menggali serat Wulang Reh yang merupakan salah satu kekayaan Nusantara yang ditulis seorang Pujangga besar yang memiliki harapan besar kepada kita semua untuk mengenali diri sendiri sebagai pemimpin sejati. Pemimpin yang bisa memimpin dirinya (hamemayu rahahuning dhiri), kemudian bisa memimpin keluarga dan lingkunganya (hamemayu rahayuning sasama), yang selanjutnya mampu menjadi pemimpin yang mewujudkan keadilan dalam kehidupan bernegara (hamemayu rahayuning bawana).
Sesungguhnya dari uraian Wulang Reh sudah kelihatan kita akan mulai dari mana untuk membawa Indonesia sebagai mercusuar dunia? Iya kita akan mulai saat ini dari diri kita sendiri. Berani merubah diri sendiri adalah langkah paling dasar yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Jangan harap bisa merubah orang lain, apalagi merubah lingkungan bila kita tidak berani mengubah diri kita terlebih dahulu. Dengan berani merubah diri sendiri, kita akan selaras dengan suara hati, karena hanya lewat keselarasan suara hati kita akan mendapatkan petunjuk kebenaran.